Sepatu Hasil Dari Jualan Sayur, Hingga
Jadi Kapten Timnas U-19
Bagaimana jika kamu terlahir dari
keluarga yang ekonominya pas – pasan ?
Dan mempunyai cita-cita yang tinggi
?
Mungkin akan di remehkan kan orang
lain bukan ? meski begitu, tak sedikit pula ada yang mendukungmu.
Hal itulah yang di alami oleh
bintang sepak bola Indonesia ini.
Muda, berbakat, dan populer, hal
itu yang sudah di miliki anak muda kenal Surabaya ini. Namun, tidak semulus
yang dibayangkan hasil yang di peroleh dia sekarang, perlu perjuangan keras dan
pengorbanan untuk menggapainya. Apa lagi hidup dibawah garis kemiskinan.
Terkadang, untuk membeli kaus kaki saja ia sampai berpikir ulang bagaimana cara
meminta kepada Ana, ibunya.
Sepak bola, hampir semua masyarakat
Indonesia pasti menyukai olahraga satu ini. Entah itu bermain langsung atau
hanya menonton sang idolanya. Berbicara mengenai idola, pasti pendengar sepak
bola tau Evan Dimas bukan ?
Sang ibu masih ingat benar
bagaimana pertama kali Evan meminta dibelikan sepatu sepakbola. Ketika itu umur
Evan masih 9 tahun. Permintaan Evan untuk dibelikan sepatu bola sempat
membuatnya kelimpungan dan memutar otak lebih keras. Maklum, ketika itu dirinya
hanya ibu rumahtangga biasa dan sang suami berjualan sayuran keliling sebelum
beralih profesi menjadi petugas keamanan.
Dia, jadi idola baru Indonesia,
mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan. Kepiawaiannya
dalam mengolah sikulit bundar sudah tidak diragukan lagi. Evan Dimas mulai
dikenal publik ketika membela timnas U-19 dalam laga AFF dan berhasil menuarai
Piala AFF. Kala itu, jutaan pasang mata Indonesia tertuju padanya, dia dinanti
di lapangan.
Evan dimas, yang dengan segala cara
dan upaya serta dukungan penuh Ibu dan Bapaknya, yang hanya pegawai rendahan
harus mengabaikan kehidupan glamour dan kesenangan anak anak, untuk terus
menekuni dan mengasah kepandaian sepakbolanya.
Evan Dimas yang lahir 13 Maret 1995
adalah pemain remaja yang bertalenta sebagai playmaker. Bergabung SSB Mitra
Surabaya sejak 2007, ketika usianya masih 12 tahun. Daya jelajahnya tinggi, ke
mana bola lari hampir selalu dia ada di sana. Kaki kiri dan kanannya
hidup.
Putra sulung pasangan keluarga
Condro Darmono (Satpam Citraland) dan Ana ini mengidolakan Xavi Hernandez,
playmaker Barcelona. “Barcelona adalah klub luar negeri favorit saya. Persebaya
adalah klub dalam negeri kebanggaan saya,” kata Evan Dimas
Evan Dimas, Arek kampung Ngemplak RT 3 RW 5,
Dia adalah pemain pertama gemblengan Mitra Surabaya yang terpilih masuk tim
nasional. Roy Kasianto, gurunya di SMA Shafta Lontar Citra yang juga pelatih
SSB Mitra Surabaya, mendukung total Evan Dimas diperjalanan kariernya.
Evan Dimas merupakan pemain SSB
Mitra Surabaya dimana Evan Dimas mulai berkarier sepakbola, remaja kelahiran
Surabaya ini merupakan aset utama surabaya untuk sepakbola. Sejak anak anak
sudah aktip dalam pembinaan usia muda belajar dan berlatih sepakbola di SSB
Mitra surabaya. Di sela sela sekolahnya evan rajin mengikuti program2 SSB Mitra
Surabaya.
Dari SSB Mitra Surabaya inilah
talenta Evan mulai terlihat oleh pelatihnya sendiri. di setiap even sepakbola,
Evan tidak pernah absen mengikutinya. termasuk dalam ajang pemilihan2 pemain
sepakbola usia muda, termasuk ajang pemilihan pemain sepakbola berbakat yang di
sebut program deportivo SAD.
Sampai akhirnya Evan bisa membela
timnas U-19 dalam laga AFF. Hal yang sangat di cita-citakan oleh pemain sepak
bola.Sekarang Evan membela klub yang di idolakannya sejak kecil, yaitu
Persebaya Surabaya, berposisi sebagi gelandang.
Apa yang bisa kamu ambil dari
cerita Evan ? Dengan tekad, usaha dan doa yang kuat, tidak melihat dari mana
kita berasal, mimpi kita bisa raih !