Sunday, February 14, 2016

evan dimas

Sepatu Hasil Dari Jualan Sayur, Hingga Jadi Kapten Timnas U-19
Description: D:\Penelitian Sosiologi\harian bernas\evan.jpg
Bagaimana jika kamu terlahir dari keluarga yang ekonominya pas – pasan ?
Dan mempunyai cita-cita yang tinggi ?
Mungkin akan di remehkan kan orang lain bukan ? meski begitu, tak sedikit pula ada yang mendukungmu.
Hal itulah yang di alami oleh bintang sepak bola Indonesia ini.
Muda, berbakat, dan populer, hal itu yang sudah di miliki anak muda kenal Surabaya ini. Namun, tidak semulus yang dibayangkan hasil yang di peroleh dia sekarang, perlu perjuangan keras dan pengorbanan untuk menggapainya. Apa lagi hidup dibawah garis kemiskinan. Terkadang, untuk membeli kaus kaki saja ia sampai berpikir ulang bagaimana cara meminta kepada Ana, ibunya.
Sepak bola, hampir semua masyarakat Indonesia pasti menyukai olahraga satu ini. Entah itu bermain langsung atau hanya menonton sang idolanya. Berbicara mengenai idola, pasti pendengar sepak bola tau Evan Dimas bukan ?
Sang ibu masih ingat benar bagaimana pertama kali Evan meminta dibelikan sepatu sepakbola. Ketika itu umur Evan masih 9 tahun. Permintaan Evan untuk dibelikan sepatu bola sempat membuatnya kelimpungan dan memutar otak lebih keras. Maklum, ketika itu dirinya hanya ibu rumahtangga biasa dan sang suami berjualan sayuran keliling sebelum beralih profesi menjadi petugas keamanan. 
Dia, jadi idola baru Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan. Kepiawaiannya dalam mengolah sikulit bundar sudah tidak diragukan lagi. Evan Dimas mulai dikenal publik ketika membela timnas U-19 dalam laga AFF dan berhasil menuarai Piala AFF. Kala itu, jutaan pasang mata Indonesia tertuju padanya, dia dinanti di lapangan.
Evan dimas, yang dengan segala cara dan upaya serta dukungan penuh Ibu dan Bapaknya, yang hanya pegawai rendahan harus mengabaikan kehidupan glamour dan kesenangan anak anak, untuk terus menekuni dan mengasah kepandaian sepakbolanya.
Evan Dimas yang lahir 13 Maret 1995 adalah pemain remaja yang bertalenta sebagai playmaker. Bergabung SSB Mitra Surabaya sejak 2007, ketika usianya masih 12 tahun. Daya jelajahnya tinggi, ke mana bola lari hampir selalu dia ada di sana. Kaki kiri dan kanannya hidup. 
Putra sulung pasangan keluarga Condro Darmono (Satpam Citraland) dan Ana ini mengidolakan Xavi Hernandez, playmaker Barcelona. “Barcelona adalah klub luar negeri favorit saya. Persebaya adalah klub dalam negeri kebanggaan saya,” kata Evan Dimas
 Evan Dimas, Arek kampung Ngemplak RT 3 RW 5, Dia adalah pemain pertama gemblengan Mitra Surabaya yang terpilih masuk tim nasional. Roy Kasianto, gurunya di SMA Shafta Lontar Citra yang juga pelatih SSB Mitra Surabaya, mendukung total Evan Dimas diperjalanan kariernya.
Evan Dimas merupakan pemain SSB Mitra Surabaya dimana Evan Dimas mulai berkarier sepakbola, remaja kelahiran Surabaya ini merupakan aset utama surabaya untuk sepakbola. Sejak anak anak sudah aktip dalam pembinaan usia muda belajar dan berlatih sepakbola di SSB Mitra surabaya. Di sela sela sekolahnya evan rajin mengikuti program2 SSB Mitra Surabaya.
Dari SSB Mitra Surabaya inilah talenta Evan mulai terlihat oleh pelatihnya sendiri. di setiap even sepakbola, Evan tidak pernah absen mengikutinya. termasuk dalam ajang pemilihan2 pemain sepakbola usia muda, termasuk ajang pemilihan pemain sepakbola berbakat yang di sebut program deportivo SAD.
Sampai akhirnya Evan bisa membela timnas U-19 dalam laga AFF. Hal yang sangat di cita-citakan oleh pemain sepak bola.Sekarang Evan membela klub yang di idolakannya sejak kecil, yaitu Persebaya Surabaya, berposisi sebagi gelandang.

Apa yang bisa kamu ambil dari cerita Evan ? Dengan tekad, usaha dan doa yang kuat, tidak melihat dari mana kita berasal, mimpi kita bisa raih !

No comments:

Post a Comment