Sunday, February 14, 2016

medina

Unbreakable Woman Yang Tak Menyerah Hadapi Masalah.
Kamu penggemar acara program Jejak Petualang ? pasti dengan sosok ini sudah tidak asing lagi bukan ? Ya, ia adalah Medina Kamil, Ia adalah sosok wanita yang menurut saya keren, setuju kan ?
Cantik, muda, dan tidak manja, mungkin itu yang tergambar pada sosok Medina Kamil. Meski wajahnya tanpa makeup tebal, namun dia mampu menghipnotis penonton untuk tetap mengikuti petualangannya ke berbagai tempat.
Ngomong-omong ekspedisi ketanah Papua itu adalah yang pertama kali buat dia sebagai presenter Jejak Petualang. Dan pada ekspedisi pertamanya itulah ia langsung diberikan ujian yang bukan maina susahnya. Ia dan rekan setimnya terombang-ambing di laut selama lebih dari 12 jam karena boat yang mereka tumpangi terbalik karena hempasan ombak.
Setidaknya, dia pernah terombang-ambing di atas Laut Arafuru selama seharian. Hingga akhirnya dia terdampar di sebuah pulau yang tak dikenal orang dan hidup selama 4 hari tanpa bantuan. Alih-alih menyerah saat menghadapi musibah, dia justru berjuang hidup dalam segala keterbatasan. Perjuangannya tak sia-sia, dia berhasil selamat dan kembali ke rumah. Pengalaman ini tak lantas membuatnya takut berekspedisi. Sebaliknya, dia makin berani berpetualang lagi. Nah, pengalaman inilah yang membuatnya mendapat penghargaan “Unbreakable Woman” dalam suatu ajang
Keberanian dan keteguhan wanita yang lahir di Jakarta, 6  April 1982 ini mendapatkan apresisai, sehingga pada tahun 2007 ia di anugerahi penghargaan "Sunsilk Unbreakable Woman" ("Perempuan Tangguh pilihan Sunsilk") oleh produsen Shampo Sunsilk.
Nah, teman-teman, musibah yang kamu alami mungkin nggak semengeri Medina Kamil lho. Yakin masih susah mengumpulan keberanian untuk bersinar ?
Semoga menginspirasi !



JK

Jusuf Kalla : Potret Pribadi Jujur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilAJ6DSJCnOoosxIlzXXXxG3131jIx4p_vzvAbVUnci4_q1DuiE2EnQKG5aWsN0uH8LEQKwy8gICCNbCuie59HiL5snXkpsefnlzE9vXzH-9IklJn5R9w31Ti5j91pdkeVusB1_BaWxxo/s1600/4515321_20120709064300.jpg







Siapa yang tak kenal dengan sosok ini. Ya, ialah bapak Jusuf Kalla. lahir di Watampone, Sulawesi Selatan 15 Mei 1942. Beliau akrab dipanggil dengan “JK”. Beliau mendapat kesempatan menjabat menteri sebelum akhirnya tokoh yang berpenampilan bersahaja ini maju sebagai seorang kandidat calon wakil presiden 2004.
Selain kiprahnya bapak JK bilang politik, sosok beliau juga sukses meletakkan kerangka perdamaian di daerah konflik Poso dan Ambon. Melalui pertemuan Malino I, dia berhasil meredakan konflik di Poso. Dalam menangani konflik Poso dan Ambon, kalla termasuk berani mempersalahkan kedua belah pihak. Ia tidak hanya memuji dan membujuk mereka yang bertikai. Bahkan beliau marah kepada kedua pihak itu.

Pak JK memang dikenal sebagai pribadi yang santun, bersahaja, namun tidak bermain-main dan seorang anak bangsa, penganut agama Islam, yang berjiwa kebangsaan. Itulah sebabnya ia bisa dengan berani berbicara dengan kelompok-kelompok bertikai di Poso dan Ambon. Ia tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Keikhlasan dan kejujurannya sudah dikenal oleh masyarakat setempat. Ia orang yang biasa menghargai orang lain, termasuk orang yang berbeda pandangan dan keyakinan dengannya.

Ngomong-omong ternyata dari kecil ia memang sudah diasuh orang tuanya untuk hidup jujur dan menghargai orang lain. “Prinsip yang ditanamkan oleh orangtua saya sebenarnya sangat sederhana, yaitu menjadi orang yang bekerja sebaik-baiknya (bekerja keras), jujur dan menghormati orang lain. Salah satu dari sikap jujur itu adalah tidak menjadi orang yang melupakan janji atau mencederai janji” ujar pak JK. Pembawaannya yang santai dan gaya bicaranya yang khas kerap mengundang senyuman.





evan dimas

Sepatu Hasil Dari Jualan Sayur, Hingga Jadi Kapten Timnas U-19
Description: D:\Penelitian Sosiologi\harian bernas\evan.jpg
Bagaimana jika kamu terlahir dari keluarga yang ekonominya pas – pasan ?
Dan mempunyai cita-cita yang tinggi ?
Mungkin akan di remehkan kan orang lain bukan ? meski begitu, tak sedikit pula ada yang mendukungmu.
Hal itulah yang di alami oleh bintang sepak bola Indonesia ini.
Muda, berbakat, dan populer, hal itu yang sudah di miliki anak muda kenal Surabaya ini. Namun, tidak semulus yang dibayangkan hasil yang di peroleh dia sekarang, perlu perjuangan keras dan pengorbanan untuk menggapainya. Apa lagi hidup dibawah garis kemiskinan. Terkadang, untuk membeli kaus kaki saja ia sampai berpikir ulang bagaimana cara meminta kepada Ana, ibunya.
Sepak bola, hampir semua masyarakat Indonesia pasti menyukai olahraga satu ini. Entah itu bermain langsung atau hanya menonton sang idolanya. Berbicara mengenai idola, pasti pendengar sepak bola tau Evan Dimas bukan ?
Sang ibu masih ingat benar bagaimana pertama kali Evan meminta dibelikan sepatu sepakbola. Ketika itu umur Evan masih 9 tahun. Permintaan Evan untuk dibelikan sepatu bola sempat membuatnya kelimpungan dan memutar otak lebih keras. Maklum, ketika itu dirinya hanya ibu rumahtangga biasa dan sang suami berjualan sayuran keliling sebelum beralih profesi menjadi petugas keamanan. 
Dia, jadi idola baru Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan. Kepiawaiannya dalam mengolah sikulit bundar sudah tidak diragukan lagi. Evan Dimas mulai dikenal publik ketika membela timnas U-19 dalam laga AFF dan berhasil menuarai Piala AFF. Kala itu, jutaan pasang mata Indonesia tertuju padanya, dia dinanti di lapangan.
Evan dimas, yang dengan segala cara dan upaya serta dukungan penuh Ibu dan Bapaknya, yang hanya pegawai rendahan harus mengabaikan kehidupan glamour dan kesenangan anak anak, untuk terus menekuni dan mengasah kepandaian sepakbolanya.
Evan Dimas yang lahir 13 Maret 1995 adalah pemain remaja yang bertalenta sebagai playmaker. Bergabung SSB Mitra Surabaya sejak 2007, ketika usianya masih 12 tahun. Daya jelajahnya tinggi, ke mana bola lari hampir selalu dia ada di sana. Kaki kiri dan kanannya hidup. 
Putra sulung pasangan keluarga Condro Darmono (Satpam Citraland) dan Ana ini mengidolakan Xavi Hernandez, playmaker Barcelona. “Barcelona adalah klub luar negeri favorit saya. Persebaya adalah klub dalam negeri kebanggaan saya,” kata Evan Dimas
 Evan Dimas, Arek kampung Ngemplak RT 3 RW 5, Dia adalah pemain pertama gemblengan Mitra Surabaya yang terpilih masuk tim nasional. Roy Kasianto, gurunya di SMA Shafta Lontar Citra yang juga pelatih SSB Mitra Surabaya, mendukung total Evan Dimas diperjalanan kariernya.
Evan Dimas merupakan pemain SSB Mitra Surabaya dimana Evan Dimas mulai berkarier sepakbola, remaja kelahiran Surabaya ini merupakan aset utama surabaya untuk sepakbola. Sejak anak anak sudah aktip dalam pembinaan usia muda belajar dan berlatih sepakbola di SSB Mitra surabaya. Di sela sela sekolahnya evan rajin mengikuti program2 SSB Mitra Surabaya.
Dari SSB Mitra Surabaya inilah talenta Evan mulai terlihat oleh pelatihnya sendiri. di setiap even sepakbola, Evan tidak pernah absen mengikutinya. termasuk dalam ajang pemilihan2 pemain sepakbola usia muda, termasuk ajang pemilihan pemain sepakbola berbakat yang di sebut program deportivo SAD.
Sampai akhirnya Evan bisa membela timnas U-19 dalam laga AFF. Hal yang sangat di cita-citakan oleh pemain sepak bola.Sekarang Evan membela klub yang di idolakannya sejak kecil, yaitu Persebaya Surabaya, berposisi sebagi gelandang.

Apa yang bisa kamu ambil dari cerita Evan ? Dengan tekad, usaha dan doa yang kuat, tidak melihat dari mana kita berasal, mimpi kita bisa raih !

chrisye

Sukses Di Tengah Berjuang Melawan Penyakit
chrisye
Bagaimana kalau kamu di vonis dokter kanker paru-paru stadium 4 ?
Itulah yang membuat Chrisye seolah tidak bisa menerima kenyataan akan penyakitnya, akan vonis hidupnya yang ia tahu takkan lama lagi. Chrisye tak lagi bisa menjadi ayah yang sempurna seperti ayahnya dulu. Penyakitnya sudah kadung parah, pengobatan hanya berguna untuk membuatnya lebih segar dan lebih baik dalam sisa usianya, bukan untuk memperpanjang masa hidup.
Bernama lengkap Chrismansyah Rahardi ini dilahirkan di Jakarta, 16 September 1949. Ia mulai aktif merintis karier musiknya di tahun 1968 saat bergabung sebagai basis dalam formasi Sabda Nada. Tahun 1968 - 1969 ia tergabung dalam Gipsy Band bersama Zulham Nasution, Keenan Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami.
Bersama kelompok Gipsy inilah Chrisye yang kala itu jadi vokalis sekaligus bassis sempat tercatat sebagai band penghibur di sebuah restoran Indonesia di New York. Sayangnya Gipsy pun tak dapat bertahan lama. Tahun 1970, bersama Gipsy Band pula, Chrisye sempat menggung di TIM Jakarta yang menghadirkan bintang tamu almarhum Mus Mualim.
Sekitar tahun 1977, Chrisye baru memulai karir solonya. Nampaknya bintang keberuntungan sedang bersinar terang karena dalam waktu singkat namanya langsung meroket sebagai vokalis andal saat menembangkan lagu karya James F. Sundah yang berjudul Lilin-lilin Kecil. Di saat yang sama ia juga memenangkan ajang "Lomba Karya Cipta Lagu Remaja Prambors" (LCLR). Hebatnya lagi, sepanjang kurun era 1980-an hingga memasuki tahun 2000, nama Chrisye tak pernah tenggelam. Hampir semua album yang dirilisnya selalu disambut baik di industri musik Indonesia.

         
Ngomong-omong dalam beberapa dekade Chrisye sudah menyabet beragam pencapaian internasional seperti menjuarai ajang Enka Song Festival yang diadakan oleh Fuji T.V., Tokyo, Jepang serta menjadi Video Klip Pertama Indonesia yang ditayangkan di MTV Hong Kong lewat klip Pergilah Kasih . Selain karna segudang prestasi musik Chrisye juga ternyata punya talenta di bidang lain, rupanya ia pernah tercatat bermain dalam beberapa film layar lebar seperti "Seindah Rembulan" (1981) .

            Chrisye memperoleh BASF Legend Award 
di tahun 1995 atas pengabdiannya terhadap musik Indonesia selama ini. Pada tahun 2002, ia meluncurkan album Dekade yang berisi rekam ulang sejumlah lagu lama.
Begitulah Chrisye, di tengah kesuksesannya sebagai musisi. Ia harus berjuang melawan penyakit. Saat itu usianya 56 tahun, usia dimana saat seorang laki-laki sedang memegang peranan yang sangat penting sebagai seorang ayah, yaitu menemani keempat anaknya membua keputusan.
Nah.. teman-teman, hidup adalah mensyukuri segala yang diberikan-Nya, dan selalu ingat pada tuhan.Hidup akan terus menerus menawarkan godaan tiada henti, dan kita jangan sampai menjadi budak magnet duniawi. Kecuali, kalau kita tidak takut kepada hari akhir. Semoga menginspirasi !


ariel

Bermula Bercita – Cita Arsitek jadi Bermain Musik

Sejarah Dan Kehidupan Ariel Sang Vokalis Tenar

Ada yang tau judul lagu Ada apa denganmu ? pasti sebagian besar pendengar musik sudah tidak asing lagi bukan dengan lagu itu. Peterpan, atau yang sekarang berganti nama menjadi Noah adalah pemilik lagu tersebut. Siapa kah vokalis nya? Ialah Nazril Ilham atau yang akrab di panggil Ariel awal mulanya dia adalah pemuda biasa yang lahir di pulau Sumatera tepatnya di Langkat,Sumatera Utara pada 16 September 1981,dengan umurnya yang telah menginjak 31 tahun kini Ariel merupakan salah seorang penyanyi Indonesia sekaligus vokalis andalan Peterpan band yang sekarang telah berganti nama menjadi Noah band.
Poupuler, kaya dan tampan, wanita mana sih yang tidak mau dengannya. Ariel adalah anak bungsu dari 3 bersaudara dari suku Melayu.Dalam dunia pendidikan Ariel tercatat sebagai mahasiswa jurusan Arsitektur di Universitas Parahyangan.Ariel sempat bekerja sebagai pegawai lapangan di perusahaan Pertamina,karena profesinya sebagai pegawai lapangan keluarga Ariel kerap berpindah-pindah lokasi.Ariel danj keluarga pindah ke Kota Langsa yang terletak di Nagroe Aceh Darussalam. Dimasa kecilnya Ariel telah memperlihatkan bakat besar di bidang seni, tapi bukan di bidang menyanyi. Bakat seni yang terlihat dari Ariel justru di bidang menggambar. Dia sempat menjuarai beberapa perlombaan menggambar di Bandung.

Siapa sangka, Ariel dulunya hobi menggambar, Ariel sempet bercita-cita jadi arsitek. Tapi, di tengah perjalanan hidupnya, ia menemukan satu hobi baru yang diminatinya, yaitu bermain musik. Dari sinilah Ariel kemudian meniti karier. Ariel pernah menikah dengan Sarah Amalia, namun kini telah bercerai. Bersama Sarah, ia dikaruniai putri bernama Alleia Anata. Ariel resmi bercerai dengan Sarah pada 27 Mei 2008.Sejak kelas I SMP, Ariel telah intens membentuk grup musik band. Band pertama yang dibentuknya bernama Peppermint. Sayang, nasib nih band ini hanya bertahan tujuh bulan. Lantas, Ariel membuat band lagi bernama Sliver, Cholesterol dan Topi. Lagi-lagi, semuanya bubar di tengah jalan. Tapi, band yang disebut terakhir lumayan berjasa buat kariernya. Beberapa orang yang tergabung di Topi termasuk Ariel-, sepakat membentuk band baru. Sebuah band yang diberi nama Peterpan dan bertahan sampai sekarang.
Album pertama Peterpan rilis tahun 2003. Album yang berjudul  "Taman Langit" tersebut sukses di pasaran. Seketika nama Ariel dan Peterpan melejit kala itu. 
Bahkan, Album Bintang di Surga menorehkan album paling banyak terjual sepanjang masa, bayangkan, untuk regional Indonesia saja, album yang di rilis tahun 2004 ini berhasil terjual 3 juta kopi. Angka yang fantastis.Musik Peterpan dan suara Ariel yang khas, wajar jika Peterpan menjadi idola baru Indonesia dari Sabang sampai Merauke kala itu.

            Kini, Ariel bersama Noah terus konsisten berkarya untuk penggemar yang selalu setia menunggu karya-karya mereka.