Siapa yang tak kenal dengan sosok
ini. Ya, ialah bapak Jusuf Kalla. lahir di Watampone, Sulawesi Selatan 15 Mei
1942. Beliau akrab dipanggil dengan “JK”. Beliau mendapat kesempatan menjabat
menteri sebelum akhirnya tokoh yang berpenampilan bersahaja ini maju sebagai
seorang kandidat calon wakil presiden 2004.
Selain kiprahnya bapak
JK bilang politik, sosok beliau juga sukses meletakkan kerangka perdamaian di
daerah konflik Poso dan Ambon. Melalui pertemuan Malino I, dia berhasil
meredakan konflik di Poso. Dalam menangani konflik Poso dan Ambon, kalla
termasuk berani mempersalahkan kedua belah pihak. Ia tidak hanya memuji dan
membujuk mereka yang bertikai. Bahkan beliau marah kepada kedua pihak itu.
Pak JK memang
dikenal sebagai pribadi yang santun, bersahaja, namun tidak bermain-main dan seorang
anak bangsa, penganut agama Islam, yang berjiwa kebangsaan. Itulah sebabnya ia
bisa dengan berani berbicara dengan kelompok-kelompok bertikai di Poso dan
Ambon. Ia tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Keikhlasan dan
kejujurannya sudah dikenal oleh masyarakat setempat. Ia orang yang biasa
menghargai orang lain, termasuk orang yang berbeda pandangan dan keyakinan
dengannya.
Ngomong-omong
ternyata dari kecil ia memang sudah diasuh orang tuanya untuk hidup jujur dan
menghargai orang lain. “Prinsip yang ditanamkan oleh orangtua saya sebenarnya
sangat sederhana, yaitu menjadi orang yang bekerja sebaik-baiknya (bekerja
keras), jujur dan menghormati orang lain. Salah satu dari sikap jujur itu
adalah tidak menjadi orang yang melupakan janji atau mencederai janji” ujar pak
JK. Pembawaannya yang santai dan gaya bicaranya yang khas kerap mengundang
senyuman.

No comments:
Post a Comment